Selasa, 15 Juni 2021

Kiat Menulis Buku Autobiografi

 



"Haus menulis lapar membaca". "Menanamlah karena ada harapan disana, harapan memanen dan harapan pahala, bahkan jika tidak punya lahan maka menanamlah di ladang-ladang kehidupan" itulah penggalan tulisan yang saya ambil  di Blog dari narasumber kita malam hari ini yaitu Bapak Suparno,S.Pd,M.Pd.

Haus menulis lapar membaca mengandung makna  yang sangat memotivasi dan menginspirasi. Kita hendaknya menjadi pribadi yang selalu haus menulis dan lapar membaca. Karena dengan haus menulis kita akan terus terinspirasi untuk menuliskan ide ide kita yang mungkin masih terpendam karena merasa aman dizona nyaman.
Lapar membaca supaya kita terus memotivasi diri agar mau belajar. Belajar tidak hanya dari bangku sekolah atau kuliah,tapi bisa dari banyak membaca. Membaca apa saja yang mengantarkan kita membuka cakrawala dunia. 

Wah keren sekali tulisan di blog beliau. Saya menjadi lebih semangat ingin mengikuti pemaparan materi beliau malam ini yang mengambil tema "Menulis Buku Autobiografi"
Sebagai moderator malam ini Ibu ketua kelas yang sangat cantik yaitu Ibu May.

Narasumber kita adalah seorang kepala sekolah di SMP N 2 Karangrejo, penulis buku dan sang Blogger yang beralamat tinggal di Pojoksari Rt 21 Rw 3 kecamatan Sukomoro Magetan. Seorang Bapak yang punya kegemaran mendengarkan  musik favorit campursari dan buku favorit Al Qur'an.


Mengawali pertemuan malam ini beliau menyapa para peserta dengan salam dan ucapan terimakasih kepada Omjay dan moderator bu may. Sebelum memulai beliau mempersilahkan para peserta untuk bersilaturahmi di blog beliau http://suparnomuhammad.blogspot.com/2021/03/0_89.html?m=1

Mengapa kita perlu menuliskan autobiografi  ? Karena kita tidak tahu berapa umur kita. Kita tidak tahu kapan ajal datang. Maka dengan menulis buku autobiografi anak cucu kita bisa tahu sejarah perjalanan kehidupan kita. Dari sejarah perjalanan kehidupan kita, anak cucu kita dapat belajar bahwa untuk mencapai sebuah kesuksesan butuh perjuangan yang luar biasa, bekerja yang luar biasa dan doa yang luar biasa. Oleh karena itu kita perlu untuk menuliskan sejarah kehidupan kita yang dapat menginspirasi, memotifasi pembacanya. Bukan sekedar bercerita tentang kehidupan saja tetapi di dalamnya ada kata-kata hikmah yang bisa dipetik dan menginspirasi pembacanya.

Sebaiknya sebelum kita menulis buku autobiografi, kita baca buku-buku aoutobiografi orang lain agar kita dapat mengetahui hal baik apa saja yang harus kita tuliskan didalam autobiografi kita. Buku autobiografi yang kita baca tidak harus punya orang-orang terkenal, yang setara kitapun tidak apa apa. Sebagai pembanding sehingga kita tidak merasa kecil hati  dalam menuliskan perjalanan hidup kita.

Menulis buku autobiografi sebaiknya mengikuti langkah-langkah berikut ini :
1. Membuat outline atau kerangka tulisan
    Misalnya bisa diisi dengan saat kelahiran,masa sekolah,berumah tangga, perjalanan keluar kota atau      keluar negeri.
2. Membuat jadwal menulis
    Jika kita sudah membuat jadwal menulis, berusahalah konsisten dengan jadwal tersebut,sehingga          tulisan kita tidak tertunda-tunda.
3. Menyiapkan data-data pendukung.
    Disini bisa berupa foto-foto masa kecil, foto momen penting, atau dari buku catatan pribadi.
4. Mulailah menullis peroutline atau perjudul.
    Tulislah sesuai alur yang ada dalam pikiran kita, jangan memikirkan diedit dahulu. Tulislah terus           sampai selesai, abaikan kesalahan. Menulislah dengan pikiran dan perasaan,akal budi  dari hasil             merenung yang dalam sehingga ilhampun akan datang dengan sendirinya.
5. Buat sub judul yang merupakan urutan sejarah perjalanan kehidupan kita.
6. Lakukan editing mulai dari awal hingga akhir tulisan.
7. Minta tolong orang lain  yang kita percaya sebagai editor.
8. Buatlah cover buku yang baik dan menarik.
9. Mintalah kata pengantar pada tokoh-tokoh terkenal.
10. Kirimkan ke penerbit yang kita percaya dan memberikan keberuntungan,cetakannya bagus dan              harganya terjangkau.

Berikut ini  adalah contoh buku autobiografi narasumber kita yang sangat menginspirasi, dan bagi yang ingin memesan bisa wa pribadi ke beliau.


Sebagai penutup materi beliau menyampaikan bahwa sukses itu bukan milik anak orang kaya , jika ingin menulis autobiografi menulislah sebagai bentuk hadiah untuk diri sendiri. Tulislah perjalanan hidup kita yang amat penting. agar kita menjadi inspirasi  untuk orang lain . Seperti kisahnya Chairul Tanjung. "Chairul Tanjung Si Anak Singkong"


Hari/Tanggal         : Senin ,14 Juni 2021

Pertemuan ke       : 26

Tema                     : Menulis Buku Autobiografi

Nara Sumber        : Bapak Suparno,S.Pd; M.Pd

Gelombang           : 18
















Senin, 07 Juni 2021

Membuat Desain Cover Buku

 

Alhamdulillah pertemuan ke 23 saya masih bertahan untuk terus mengikuti pelatihan menulis ini. Rasa hati penasaran semakin hari makin menggebu karena  materi yang disampaikan semakin menarik dan benar-benar menambah ilmu tentang seluk beluk dunia menulis. Nara sumber yang mengisi  materipun benar-benar para tokoh yang ahli dibidangnya. Sungguh pengalaman dan kesempatan yang luar  biasa saya dapat bergabung dalam pelatihan menulis ini. 

Terimakasih yang sangat dalam kami sampaiakan kepada Omjay dan para guru besar yang telah membagi Ilmunya. Hanya doa yang tak putus semoga Omjay dan para guru besar selalu diberi kesehatan,umur panjang dan keberkahan dari Alloh SWT, Aamiin.

Malam ini sebagai moderatornya adalah Ibu Aam yang selalu ramah dan renyah senyumnya, dan nara sumber kita yaitu Bapak  Achmad Najiullah Thaib dengan sapaan akrabnya Bapak Ajinata.  Tema pertemuan kali ini adalah " Membuat Desain Cover Buku "


Salam pembuka disampaikan Ibu Aam yang bercerita bahwa ketiga buku solo beliau juga digarap oleh Bapak Ajinata. Termasuk juga buku ketua kelas gelombang 18 ini juga dibuat oleh Bapak narasumber kita malam ini. 


Langsung saja Ibu Aam mempersilahkan Bapak Ajinata menyapa para peserta dan menyampaikan materinya. Namun sebelumnya beliau mempersilahkan kita untuk mengenal cv Bapak Ajinata melalui link : https://sg.docworkspace.com/d/sIG7KwNQkndbyhQY

Bapak Ajinata berkisah awalnya Beliau adalah seorang Desainer Grafis sekitar tahun 1987. Kemudian tahun 90 beliau mendirikan perusahaan advertising yang merangkap sebagai Desainer Grafis.. Tahun 1992 kemudian beliau terjun ke dunia perfilman sebagai art director sampai tahun 2018. Selama di film materi kebutuhan artistik beliau dancing sendiri. 

Hebatnnya beliau belajar aplikasi desain secara otodidak, karena terpaksa  tutur beliau. Termasuk juga  mempelajari Aplikasi Canva untuk mendesain cover. Learning  by doing. Sayangnya beliau tidak membuat  tutorial  pembuatan desain  cover. 

Kemudian hikmah dari mewakafkan ilmu desain di YPTD beliau merasa ilmunya semakin bertambah. Terbukti dari karya-karya desain  beliau di YPTD hingga sekarang masih melayani bapak ibu dari pelatihan ini. 

Kita bisa mengenal dan menggali pengalaman beliau lebih dalam di link : https://terbitkanbukugratis.id/ajinatha/03/2021/belajar-komputer-grafis-secara-otodidak/


Sesi selanjutnya tanya jawab, moderator mempersilahkan peserta yang mau bertanya dikirim lewat wa pribadi.

Diawali dari pertanyaan moderator  yang menanyakan  bagaimana cara membuat cover buku di canva dan apa yang perlu kita siapkan, beliau menjawab :
# Aplikasi Canva itu sangat praktis sebetulnya, Tetapi harus punya basic  komputer grafis.
Desain itu utamanya menyangkut "Teste". Bagus stay tidaknya sebuah cover tergantung selera yang desain.
Aplikasi canva itu sangat aplikatif, tapi kalau tidak punya basic IT memang repot.

Berikut ini  langkah-langkah membuat cover dengan Canva.

 1. Buka halaman pembuka Canva kemudian memilih format A4 untuk memulai desain cover.



2. Memilih foto illustrasi

3. Memilih background cover


4. Menempel background dalam format A5

5. Memilih ilustrasi  untuk cover


6. Memasang illustrasi pada cover


7. Memillih elemen estetis pada cover


8. Pewarnaan


9.  Proses komposisi ruang dan warna



10. Pemilihan warna cover belakang yang komposisi warnanya harus matching dengan cover depan.



11. Cover depan dan belakang



Berikut ini fasilitas untuk memilih typhography dan warna yang pas dalam aplikasi namanya Style.
Begitu kita pilih salah satunya maka warna akan berubah secara otomatis

Dalam pembuatan cover buku harus mampu menterjemahkan isi buku.
Pemilihan typhography adalah hal penting karena harus sesuai dengan ruh isi buku. Dan ini adalah hal yang elementer dalam desain. Kita juga harus memahami filosofi judulnya terlebih dahulu baru mencari illustrasi yang mewakili filosofinya.
Contohnya dalam cover buku dari Bunda Iis Yuliati Lebak ," Getar Rindu di Bilik Kalbu"



Bulan dan ranting kerinng adalah simbolisme dari perasaan rindu.
Rasa, intuisi harus dimaksimalkan dalam memahami sinopsisnya.

Banyak free image yang bisa dipakai untuk ilustrasi cover. Contohnya di link http://pixabay.com/
di Pinterest juga banyak.
Untuk desain sertifikat juga sudah ada tinggal mengganti tulisannya.


Canva itu paling praktis, Di sini juga ada book Cover yang tersedia, tinggal ganti tulisan .



Demikianlah materi dari narasumber yang telah menjawab dan menjelaskan semua pertanyaan dengan tuntas dan jelas. 

Di penghujung acara beliau memberikan kesimpulan yaitu "Siapa saja bisa menjadi desainer cover..asal memiliki citra rasa seni..dan kreativitas, dan mau mengolah rasa dan intuisi utk memperindah karya desainnya. IT itu bisa dipelajari..tidak ada ilmu yg tidak bisa dipelajari.. Asal ada kemauan dan tidak mudah menyerah. Temukan keasyikan dalam mengerjakan sesuatu, dengan demikian kreativitas akan mengikuti"





Hari/Tanggal        : Senin,7 Juni 2021
Pertemuan ke        : 23
Tema                     : Membuat Desain Cover Buku
Nara Sumber         : Bapak achmad Najiullah Thaib
Gelombang            : 18
















Jumat, 04 Juni 2021

Kiat Menulis Cerita Fiksi


Alhamdulillaahirabbil 'aalamiin saya ucapkan atas segala puji bagi Allah yang telah memberikan kenikmatan kepada kami untuk belajar menulis di pertemuan yang ke-13 ini. Pertemuan di siang ini kami kembali mengikuti Pelatihan Belajar Menulis Gelombang 18. Tema yang akan dipelajari pertemuan ke-13 saat ini mengenai "Kiat Menulis Cerita Fiksi". Pak Sudomo, S.Pt. akan hadir sebagai narasumber pertemuan ini dengan dipandu oleh Ibu Kanjeng atau Ibu Sri Sugiastuti sebagai pembawa acara.



Bu Kanjeng langsung membuka acara pada siang hari ini tepat pukul 13.00. Sembari menunggu narasumber bersiap diri, Bu Kanjeng memperkenalkan profil Pak Sudomo, S.Pt. kepada peserta. Beliau lahir di Sukoharjo pada tanggal 27 Maret 1975, yang terkenal dengan Momo DM sebagai nama penanya. Saat ini profesi yang ditekuni Pak Sudomo adalah sebagai guru IPA di SMP Negeri 3 Lingsar, Lombok Barat. Akan tetapi, Pak Sudomo ternyata adalah salah satu lulusan Universitas Diponegoro jurusan Peternakan.

Tak hanya itu, Pak Sudomo juga telah menghasilkan berbagai macam karya buku. Berdasarkan biodata yang diberikan, ada 10 buku fiksi dan 2 buku non-fiksi yang telah digarapnya. Selanjutnya, beliau juga telah meraih banyak penghargaan dalam lomba menulis, baik itu puisi, cerpen, review, novel, dan cerita rakyat. Begitu pun dengan lomba menulis lainnya yang berkaitan dengan pendidikan seperti PTK dan desain pembelajaran. Wah luar biasa! Kiprah Pak Sudomo ini bisa saya jadikan semangat untuk terus menulis!

Kini kami beranjak pada penyampaian materi oleh Pak Sudomo yang telah siap memberikan pengalaman dan ilmu yang dimilikinya. Sebelum memperkenalkan diri, Pak Sudomo mengawali pertemuan ini dengan memberi salam kepada peserta. Lalu beliau melanjutkannya dengan menceritakan awal mula menyukai kegiatan menulis fiksi meskipun seorang guru IPA.

Kecintaannya pada menulis fiksi semakin berkembang ketika beliau mengikuti pelatihan menulis gelombang 16. Pak Sudomo juga mengakui bahwa fiksi sudah menjadi sebuah passion untuknya. Maka dari itu, ketika menjadi peserta diwajibkan membuat resume, beliau menuliskannya dengan gaya fiksi. Sebab sudah sejak tahun 2011 beliau menekuni dunia fiksi sebagai sebuah karya yang menarik.

Bahkan Pak Sudomo merupakan anggota dari salah satu komunitas penulis fiksi. Dalam komunitas tersebut, beliau juga sering berdiskusi dengan para penulis fiksi dan mengikuti pelatihan-pelatihan kelas menulis fiksi serta sering membuat antologi buku fiksi. Sampai di tahun yang sama, Pak Sudomo membuat karya buku fiksi pertamanya dengan judul "Cermin". Buku ini merupakan sebuah kumpulan cerita kilat, 123 kata, dengan tema besarnya tentang "Ibu".

Perjalanan proses kreatif dalam menulis cerita fiksi Pak Sudomo masih terus berlanjut, hingga pada tahun 2017 beliau mulai menekuni menulis cerpen. Pada mulanya, beliau mencoba berduet dengan seorang penulis cerpen bernama Irit Sibarani hingga berhasil menerbitkan sebuah buku kumpulan cerpennya di penerbit Media Kita.

Masih di tahun yang sama, Pak Sudomo akhirnya memutuskan untuk memulai beralih pada genre baru yaitu cerita anak. Hingga beliau menerbitkan buku berjudul "Pahlawan Anti Korupsi" yang diterbitkan oleh penerbit MNC grup Gramedia. Meski pada akhirnya, yang disetujui oleh editor hanya 12 cerita. Namun, beliau diminta menjabarkan 9 nilai anti korupsi yang ada menjadi 27 cerita. Masuk pada inti materi, Pak Sudomo memaparkan tentang kiat menulis cerita fiksi.

Sebagai penjelasannya, Pak Sudomo membaginya dengan beberapa pertanyaan:

1. Mengapa Belajar Menulis Cerita Fiksi?

Mengapa hal ini penting dilakukan oleh semua guru, padahal jika dipikir ulang ada guru Bahasa Indonesia yang lebih berkompeten untuk mengajarkannya. Berikut alasan utamanya menurut pak Sudomo dapat dilihat pada gambar berikut ini:


2. Apa Syarat Bisa Menulis Cerita Fiksi?

Peserta diarahkan pada kriteria atau persyaratan yang harus dimiliki agar bisa menulis cerita fiksi yang dipaparkan melalui jawabannya berikut:


3. Apa Saja Bentuk Cerita Fiksi?

Ada beberapa jenis cerita fiksi yang dapat kita pelajari untuk menentukan passion masing-masing dalam menulis fiksi. Berikut pembagian kelompok cerita fiksi lengkap dengan ciri-cirinya.




4. Apa Saja Unsur Pembangun Cerita Fiksi?

Secara umum unsur-unsur pembangun cerita fiksi dapat dipelajari berdasarkan gambar berikut.


Lebih lanjut, Pak Sudomo menjabarkan pengertian dari tiap unsur di atas:

a. Tema, merupakan ide pokok cerita. Pilihlah tema yang akrab dengan kita, di mana bahannya mudah diperoleh, dan ruang lingkupnya spesifik.



b. Premis, yaitu ringkasan cerita dalam satu kalimat yang terdiri dari karakter, tujuan tokoh, rintangan/halangan, dan resolusi. Semua unsur oremis dikemas dalam sebuah kalimat yang utuh. Inilah yang menjadi dasar untuk dikembangkan menjadi sebuah cerita.






c. Plot atau alur, merupakan rangkaian kejadian atau peristiwa-peristiwa yang ada dalam cerita.



d. Penokohan, yaitu penjelasan secara detail mengenai karakter dalam cerita.



e. Latar atau setting, yakni penggambaran tentang suasana, waktu, maupun tempat terjadinya peristiwa-peristiwa dalam cerita.

f. Sudut pandang atau dikenal dengan istilah POV (point of view), yakni bagaimana cara penulis menempatkan dirinya dalam cerita.



5. Bagaimana Kiat Menulis Cerita Fiksi?

Pak Sudomo membagikan slide berikut ini tentang ringkasan gambaran mengenai proses menulis cerita fiksi.



Segala hal ataupun kegiatan yang dilakukan kita selalu bergantung pada niat awal. Jika niat awal penulis sudah kuat untuk belajar menulis fiksi, maka selanjutnya yang dilakukan adalah membaca. Bacaan yang wajib dikonsumsi yaitu karya-karya fiksi orang lain (penulis ternama). Berikutnya, menentukan ide (tema dan premis) dan genre yang sesuai dengan passion kita (anak-anak, remaja, dewasa, dsb). Kemudian buatlah outline dan kembangkan menjadi sebuah tulisan yang utuh. Hingga lakukan pada tahap swasunting (revisi dan edit) dan yang terakhir adalah proses publikasikan karya dari cerita yang telah kita buat.

Demikianlah materi yang disampaikan oleh Pak Sudomo selaku narasumber pada pertemuan ini. Berikutnya ada pertanyaan pertama yang datang dari moderator, Ibu Kanjeng pada sesi tanya jawab. Bu Kanjeng menanyakan apakah seri atau jenis pentigraf dapat dijadikan buku antologi? Lalu Pak Sudomo menjawab bahwa pentigraf dapat dijadikan buku antologi dengan syarat mengangkat satu tema besar, atau bisa juga beberapa tema yang sejenis. Untuk outline sama seperti cerita fiksi pada umumnya. Hingga pertanyaan-pertanyaan kritis lainnya yang menghantarkan kita pada penghujung pertemuan hari ini.

Pak Sudomo mengajak peserta untuk terus belajar dan menjadi seorang pembelajar pada closing statement-nya lalu memberikan salam undur diri.

Sebelum pertemuan hari ini ditutup, Bu Kanjeng sebagai moderator mengucapkan terima kasih kepada Pak Sudomo atas materi yang telah disampaikan. Demikian juga kami para peserta, menyampaikan banyak terima kasih atas ilmu yang telah diberikan Pak Sudomo. Sekian pertemuan hari ini yang penuh dengan semangat dan motivasi dari narasumber. Semoga kami bisa menerapkan ilmu yang diberikan untuk semangat dalam menulis buku fiksi. Aamiin…



Hari/tanggal                :Senin, 3 Mei 2021

Pertemuan                    : ke 13

Narasumber                  : Bpk Sudomo ,S.Pt

Gelombang                    : 18






Program Menulis Buku Mayor Ekoji Akademi

 

Assalamu’alaikum wr.wb.

Hari ini, tepatnya Kamis 6 Mei 2021 adalah pertemuan ke empat belas bagi peserta belajar menulis. Narasumber yang akan mengisi pertemuan kali ini adalah Prof. R. Eko Indrajit dengan tema “Program Menulis Buku Mayor Ekoji Akademi”. Seperti biasanya, hari ini Bu Aam Nurhasanah bertugas sebagai moderator untuk memandu kegiatan. Pertemuan ini dimulai dengan mengucap salam untuk menyapa para peserta yaitu guru-guru hebat Indonesia.

Sebelum materi dimulai, Bu Aam memperkenalkan narasumber terlebih dahulu yang akan mengisi kegiatan hari ini. Nama narasumber yang hadir pada pertemuan hari ini adalah Bapak Richardus Eko Indrajit yang lahir pada 24 Januari 1969 (umur 52) Jakarta, Indonesia. Beliau seorang akademisi yang memiliki istri bernama Lisa A. Riyanto dan empat orang anak.




Pak Eko adalah seorang akademisi dan salah satu pakar teknologi informatika asal Indonesia. Selain dikenal sebagai pakar teknologi, beliau merupakan seorang pendidik, narasumber berbagai seminar, lokakarya, dan penulis buku serta jurnal yang telah dipublikasikan di dalam maupun luar negeri.  Bahkan saat ini, menjabat sebagai salah satu anggota Pengurus Besar PGRI dan menjadi Ketua PGRI Smart Learning Center and Character (PSLCC) yang berpusat di Gedung Guru Indonesia, PB PGRI, Jalan Tanah Abang III/24 Jakarta Pusat.

Perkuliahan hari ini sedikit berbeda dari sebelumnya karena grup sengaja tidak dikunci agar narasumber bisa berkomunikasi dan berinteraksi secara langsung dengan peserta pelatihan. Hal ini membuat perkuliahan semakin hidup meskipun hanya melalui daring. Pertanyaan demi pertanyaan langsung terlontar satu persatu dari peserta. Prof. Eko pun menjawabnya dan memberikan solusi terbaik atas pertanyaan yang diberikan. Dari berbagai macam pertanyaan yang diberikan, dapat dijadikan bahan renungan, bahwa sebenarnya kita semua sudah memilki modal untuk menulis.

Prof. Eko mengatakan kepada peserta jika kita bisa menulis apa saja yang kita mau. Maka, tulislah suatu hal yang kita sukai dan kita kuasai terlebih dahulu. Intinya untuk memulai menulis tidak ada kata sulit, hanya saja terkadang niat terhalang oleh alasan yang sebenarnya tidak terlalu penting. Jika kita menulis sesuatu yang kita sukai dan kuasai, maka semua akan mengalir dengan mudah.

Khususnya dalam dunia pendidikan sebagai seorang guru haruslah memiliki niatan untuk kebaikan dalam menulis sebuah karya, dan disebarkan melalui internet, pasti akan memberikan dampak yang luar biasa. Tidak perlu ragu-ragu untuk memulai menulis. Kalau kita bisa berbicara, artinya kita bisa menulis. Apapun yang dibicarakan, bisa menjadi bahan untuk tulisan kita setiap harinya loh!

Berbeda dengan dulu, untuk membuat sebuah buku saja seseorang memerlukan banyak modal, dan membutuhkan penerbit yang populer. Kini berubah, kita bisa membuat buku sendiri sekaligus menerbitkannya secara pribadi. Bahkan kita juga bisa menjualnya sendiri, dan mengelolanya sendiri. Ini semua bisa dilakukan karena adanya dukungan teknologi informasi dan komunikasi yang canggih. Hal apapun yang dilakukan terasa lebih mudah dijalani dengan adanya perubahan tersebut.

Sebagai contoh jika kita tertarik dengan GAMIFICATION, maka daftar isinya terdiri dari enam bagian, yaitu:

(i) Apakah yang dimaksud dengan gamification

(ii) Mengapa gamification penting dan dibutuhkan?

(iii) Dimana konsep gamification dapat diterapkan?

(iv) Kapan saat yang tepat untuk mengadopsi gamification

(v) Siapa saja yang perlu terlibat dalam menerapkan gamification?

(vi) Bagaimana mengembangkan materi pembelajaran berbasis gamification?

Itulah pemaparan yang diberikan oleh Prof. Eko dalam materi pertemuan hari ini.

Sebelum memberikan closing statementnya beliau menyampaikan sedikit petuah terakhir bagi para peserta bahwa, "nenek moyang mengatakan: Ala bisa karena biasa, tak kenal maka tak sayang. Kalau kita berfikir kita tidak bisa, maka kita tidak akan pernah bisa. Namun kalau kita berfikir, dengan kemauan dan kerja keras, kita pasti bisa, maka Anda akan bisa.”

Kemudian untuk mengakhiri pertemuan ke-14 ini Prof. Eko memberikan closing statement dengan simpel namun sangat bermakna yaitu: “JUST DO IT!” Lakukan saja, kita perbaiki sambil belajar. Marvelous.

Itulah kiranya yang disampaikan Prof. Eko pada pertemuan hari ini yang sangat spesial. Kata-kata inspiratif beliau sangat menggugah gairah saya untuk memulai menulis. Semoga dengan ini saya bisa menjaga semangat untuk terus menulis! Aamiin…

Tanggal pertemuan: 06/05/2021

Resume ke             : 14

Tema                      : Program Penulis Buku Mayor Ekoji Akademi

Narasumber            :  Prof. R. Eko Indrajit

Gelombang             : 18

Personal Branding Blog

" BEDA GENERASI BEDA KOMUNIKASI", demikian cuplikan materi yang ada dalam tayangan slide pada materi pelatihan menulis malam hari ini yang mengambil tema " Personal branding Blog". 

Kita sekarang berada pada generasi milenial, yang semua serba cepat dan instan.Maka kita harus dapat mengimbangi kemajuan zaman kalau kita tidak ingin tergilas oleh majunya teknologi sekarang ini. Maka tepat sekali jika materi pelatihan malam hari ini mengupas tuntas tentang bagaimana membangun personal branding bersama pakarnya yaitu Bapak Namin AB Ibnu Solihin.

 Beliau adalah founder motivatorpendidikan.com. Ayah dari 4 orang @anaktanpagadget. Pembicara Seminar parenting,Konsultan Branding Sekolah dan Blogger Pendidikan. Lebih lengkapnya kita bisa menengok profil beliau di :https://motivatorpendidikan.com/index.php/2015/08/29/profil-namin-ab-ibnu-solihin/

kita juga bisa berteman melalui Instagram  di @motivatorpendidikan.com

atau di chanel You tube @motivatorpendidikan.com

 


Sebagai moderator kita malam ini adalah Ibu Kanjeng yang dengan suara lembutnya langsung menyapa nara sumber dan mempersilahkan memulai materinya.

"Apa kabar Bapak dan Ibu Guru Blogger yang hebat dan luarbiasa ?" begitu salam narasumber kita membuka pertemuan malam ini. 

Beliau mengisahkan pengalamannya dalam membangun branding melalui blog dan media sosial. Beliau mulai Ngeblog tahun 2007, melalui blogspot.com, saat itu beliau ngeblog untuk mengisi waktu luang saat istirahat mengajar. Tulisan di Blog juga masih sangat beragam, bahkan lebih banyak curahatan hati. Jadi saat awal-awal ngeblog beliau mengaku tidak punya impian apa-apa dan tidak memiliki tujuan apa-apa, kata beliau "pokoknya buat asyik-asyik saja dan agar waktu istirahat lebih bermanfaat"

Hingga akhirnya disekitar tahun 2013  Bapak Namin mengenal guraru.org, sebuah blog yang diisi oleh guru-guru kreatif dengan konten edukasi yang sangat menarik. Guraru.org setiap tahunnya juga memberikan penghargaan bagi para guru bloger yang berprestasi diantara para pemenangnya adalah yang sudah mengisi materi sebelumnya yaitu Pak.Agus Sampurno dengan Brandnya Guru Kreatif, Om Jay, Wijaya Kusumah dengan Brandnya Guru Blogger dan Bang Dedi Dwitagama. Blog guraru.org kini masih ada tapi kegiatan forum menulisnya tidak ramai lagi.



Sudah saatnya guru menjadi produsen digital dan bukan lagi konsumen digital. Karena saat ini masih banyak sekali konten pornografi yang setiap harinya bisa menjadi monster dan predator yang sangat menyeramkan,begitu papar beliu mengawali materinya. Kondisi seperti ini dapat menghancurkan masa depan generasi bangsa,karena anak-anak maupun orang dewasa adalah pengakses pornografi paling besar di dunia.
Disinilah peran guru sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan generasi bangsa dengan membuat konten edukasi yang kreatif.
Tahun 2014 Bapak Namin mulai membangun Branding lewat Blog yang akhirnya pada tahun 2015 beliau melaunching www.motivatorpendidikan.com yang seluruh konten tulisannya berisikan berbagai jenis program training . Sebelum website tersebut di launching, beliau banyak mencurahkan gagasan tentang pendidikan di blog https://motivatorkreatif.wordpress.com.

Membangun branding memang tidak mudah,tapi jika kita sungguh-sungguh Insya Allah ada kemudahan, begitu tutur beliau. Membangun Branding juga harus sejalan dengan kompetensi yang kita miliki. Jangan coba-coba membangun Branding tertentu tapi tidak punya Ilmunya. Membangun Branding melalui blog juga harus selaras dengan kepribadian kita di Blog.

 Medsos dan segala aktivitas yang kita lakukan.Menulis konten kreatif di Blog dengan konsisten pada Branding yang kita miliki adalah kewajiban yang harus ditaati. Kala mau dikenal sebagai pakar pendidikan misalnya, ya sudah konsisten nulis hal-hal yang berkaitan dengan hal tersebut. Hingga akhirnya ketika orang berbicara "Motivator Pendidikan" mereka, Akhirnya akan mengingat "Namin AB Ibnu Solihin". Ini contoh saja 

Menulis dan membangun Branding telah mengantarkan saya keliling Indonesia, saya telah mengisi training setidaknya dilebih dari 300 lembaga, sejak tahun 2014-sekarang. Lengkapnya materi membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial saya bagikan lewat link di bawah ini, baik dalam bentuk slide maupun video workshop. 
Demikian contoh perjalanan beliau untuk membangun personal branding, seperti dalam cuplikan Instagram beliau berikut ini.


Membangun Branding Melalui Blog dan Media Sosial Bagian 2

Kita sering mendengar istilah Brand dan Branding, walau sepertinya mirip tapi sebenarnya memiliki perbedaan. Brand adalah merek yang dihasilkan melalui branding, lalu branding itu apa dong?
Branding adalah proses atau strategi yang dilakukan untuk membangun hubungan dengan para pembaca blog atau media sosial yang kita miliki.

Contoh membangun Bran dan Branding adalah sebagai berikut :

 Contoh : Brand (Merek) Blog dan istagram motivatorpendidikan.com :

1.    Nama Blog dan Instagram : motivatorpendidikan.com

2.    Identitas (Logo dan tulisan dominan warna merah, yang mencerminkan nilai semat)

3.  …

Bapak Namin kemudian  mempersilahkan para peserta untuk mempelajari Tentang Cara Membangun Branding pada link berikut ini :
: https://www.slideshare.net/naminsekolahakhlak/membangun-branding-melalui-blog-dan-medsos
: https://youtu.be/ht_u8DNBaBQ
: https://youtu.be/Z_JFvu0LCeg

Setelah 15 menit para peserta dipersilahkan mengisi tugas berikut ini :

Nama Blog         : mulyohartijono

Nama Instagram :@ hartimulyo

Alamat Email     : mulyohartijono@gmail.com

Warna Khas        : kuning orange

Slogan/Tagline/Akronim : belajar sepanjang hayat

Fokus konten      : pendidikan

Target pembaca  :  siswa, sesama rekan guru,umum

Strategi membangun Branding : belajar  mengasah diri, mengembangkan kemampuan IT

Juru bicara         :  Mulyoharti

Baik silahkan seluruh peserta wajib mengisi di atas, selamat berlatih.

Dari beberapa contoh tugas yang diisi peserta, ternyata dapat disimpulkan bahwa untuk membangun personal branding, kita harus konten dengan situs-situs di media sosial kita. Gunakan nama yang sama untuk alamat-alamat kita di media sosial, dan bangun karakter diri sehingga pembaca bisa mengenal kita walau hanya melalui konten kita. Seperti contoh di atas, seharusnya nama di email saya sama juga untuk di IG saya , jangan berubah nama. Demikian yang dapat saya simpulkan dari paparan materi nara sumber kita malam hari ini.

Pertemuan ditutup dengan closing:

 "Terimakasih atas sinerginya pada acara malam ini.

Teruslah bersemangat untuk menulis melalui Blog dan Media Sosial.

Luruskan niat untuk berbagai kebaikan.

Tidak ada hasil yang instan, semua butuh proses perjuangan.

Apa yang kita tulis hari ini, kelak kita akan menuai hasilnya.

Teruslah menjadi pribadi yang menginspirasi, menggerakkan dan meneladani 😊

Mohon maaf jika ada yang kurang berkenaan.

Terimakasih😊"


 Hari/tanggal     : Jum'at, 4 Juni 2021

Pertemuan ke     : 22

Tema                  : Personal branding Blog

Nara Sumber      : Bapak Namin AB Ibnu Solihin

Gelombang         18







Kamis, 03 Juni 2021

Pentingnya Digital Skill Bersama Omjay

 "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi", membaca slogan itu tentu saja kita langsung teringat pada nama besar guru blogger Indonesia yaitu Omjay. Yah malam hari ini pertemuan belajar menulis ke 21 akan disampaikan oleh Bapak Wijaya Kusumah  dengan tema "Pentingya Digital Skill".

Seharusnya jadwal malam ini sebagai narasumber adalah Bapak Agus Sampurno, namun karena sesuatu hal beliau tidak bisa sehingga digantikan oleh Omjay. Dan sebagai moderatornya malam hari ini adalah ibu Rita Wati.

Langsung saja Ibu Rita membuka pertemuan dengan doa dan salam. Beliau menyampaikan sesi acara malam ini dibagi menjadi 4 sesi yaitu sesi pembukaan, paparan materi, tanya jawab dan penutup. Bagi peserta yang ingin bertanya bisa langsung kirim ke Wa pribadi bu Rita.Selanjutnya ibu Rita mempersilahkan narasumber untuk memulai menyampaikan materinya.

"Assalamu'alaikum wrwb" demikian Omjay mengawali paparan materinya. Dan langsung beliau membagi link materi yang sudah ada di blog beliau yaitu : https://youtu.be/seJ5Vo6Nl6Q






Materi malam ini sudah ada di http://YouTube.com/wijayalabs

Dalam penjelasan beliau menyampaikan bahwa Bapak dan Ibu guru adalah para guru tangguh berhati Cahaya. Maka dari itu kita harus belajar sepanjang hayat. Dan salah satunya adalah belajar ketrampilan digital atau digital skill.

Kita bisa memulai dengan latihan dan latihan. Dari membuat email, membuat blog dan membuat chanel You Tube sendiri. Tidak ada kata sulit jika kita  mau belajar dan berguru  kepada ahlinya. Kita harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran yang mendukung tugas kita sebagai guru. Di antara ilmu yang harus kita kuasai adalah :

1. Engine Marketing

Yaitu guru harus mampu membangun personal branding. Materi ini akan disampaikan oleh Bapak Namin 

2. Analytic

Yaitu kemampuan menganalisa atau menganalisis berita.Sehingga kita tahu ini berita bohong atau hoaks.

3. Content

Yaitu kita harus belajar membuat informasi baru di internet.Salah satunya dengan menjadi blogger dan mengelola blog dengan baik.

Dalam tayangan video You Tube Omjay menjelaskan bahwa untuk bisa menguasai dunia kita membutuhkan 5K diantaranya :

1. Konvergensi

2. Kolaborasi

3. Kontextual

4. konten kreatif

5. Konentvitas

Beliau juga memaparkan bahwa untuk menguasai Digital Skill ada 4 langkah mudah yaitu :

1. MEDSOS

Sebagai seorang warganet kita harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai media pembelajaran yang mendukung tugas guru.

2. SEM 

yaitu kita harus belajar Search Engine Marketing. Dimana kita harus mampu membangun personal branding.

3. ANALYTIC

yaitu kemampuan menganalisa atau manganalisis berita. sehingga kita bisa membedakan berita benar atau hoaks

4. CONTENT

Kita harus membuat informasi baru di internet. Dengan menjadi blogger dan selalu update maka kita mejadi lebih terampil mengasah skill kita dalam digital.

Demikianlah penjelasan Omjay dalam materi kita malam ini. Omjay juga menyampaikan bahwa ketika Bapak ibu peserta pelatihan menulis sudah lulus dari kegiatan ini, maka bagikan ilmunya kepada kawan guru lainnya. Dengan begitu kita akan semakin cakap digital.

Kelemahan guru kita dibandingkan dengan China adalah masalah membaca. Kita masih lemah membaca sehingga wajar bila kita tertinggal dengan negara lainnya. Nanti hari Sabtu malam Minggu Beliau akan bagikan pengalamannya belajar STEAM di negara China.

Sekarang, kita tak perlu keluar uang banyak bila menguasai digital skill, karena semua ilmu itu ada di internet. Kepandaian kita dalam mencari dan mengembangkan digital skill dapat anda baca dari buku digital yg omjay bagikan. Semoga anda menyempatkan waktu untuk membacanya. Aamiin.

Diakhir pertemuan Omjay juga berpesan "bila bapak dan ibu ingin menjadi seorang penulis, jangan pelit beli buku. Mulailah menyisihkan penghasilan kita untuk membeli buku. Itulah kemampuan kita akan bertambah dengan membaca buku. Saya memulainya dari membeli buku dan akhirnya menerbitkan buku sendiri" 

Hari/tanggal : Rabu ,2 Juni 2021

Pertemuan ke : 21

Tema              : Pentingnya Digital Skill

Nara Sumber  : Bapak Wijaya Kusumah ( Omjay )

Gelombang     : 18


KMAC#6. DARI KOPRAL JONO HINGGA MAYOR JONO

  KMAC#6. DARI KOPRAL JONO HINGGA MAYOR JONO Ini adalah kisah perjalanan hidupku selama mendampingi suami yang seorang anggota TNI-AD. Disin...