Jumat, 16 April 2021

Mengenal Penerbit Mayor dan Penerbit Indie

 Assalamu'alaikum warohmatullohiwabarohkatuh, Alhamdulillah kami masih diberi kesehatan dan kesempatan mengikuti pelatihan menulis gelombang 18 hingga hari ini hari ke dua di Bulan Rhomadhon penuh berkah. Pertemuan ke -5  hari Rabu 14 April 2021 akan di moderatori oleh Om Bam's dengan nara sumber Bapak Mukminin, S.Pd, M.Pd yang lebiah akrab di panggil Cak Inin.



Sebelumnya moderator menyampaiakan salam pembuka , salam sejahtera dan salam literasi kepada seluruh peserta dan menyapa kepada nara sumber kita  Cak Inin. Mr Bams juga menyampaikan pengumuman untuk peserta yang ingin bertanya nanti bisa langsung Chat ke no WA beliau.

Inilah profil nara sumber kita Cak Inin yang sangat keren dan banyak membantu para penulis pemula untuk bisa menerbitkan bukunya. 



Anda bisa berkunjung lebih mengenal beliau di :https://cakinin.blogspot.com/2020/10/curiculum-vitae.html
Moderator kemudian mempersilahkan Cak Inin untuk memulai paparannya hingga pukul 14.00 WIB.

"Bismillahirrohmanirrokhiim, assalamu'alaikum wr wb,selamat siang Bapak Ibu guru yang hebat, mari kita mengucapkan syukur kepada ALLAH SWT karena kita masih diberi umur panjang,sehingga kita dapat menunaikan ibadah puasa bagi yang beragama Islam,semoga ibadah puasa kita diterima Allah dan diberi kekuatan lahir batin sampai 1 bulan penuh,dan kita dijadikan hamba yang LAALLAKILUM TATAQUUN" begutu Cak Inin mengawali paparannya pada siang hari ini.
Cak Inin juga meminta para peserta untuk berdoa,dan yang beragama Islam untuk membaca surat AlFatikhah.
Cak Inin sedikit menceritakan bahwa beliau  dari  SMP 1 Kedungpring Lamongan Jatim. beliau menyampaikan bahwa nateri hari ini  Pengenalan Penerbit Indie (Penerbit Independen ) yang menerbitkan buku-buku Bapak Ibu. Beliau menyampaikan tips  5 tahap untuk menulis  dan menerbitkan buku.  Yaiutu :

Tahap 1. PRA WRITING
Tahap pertama yang bisa anda lakukan adalah penulis akan mulai mencoaba mencari ide yang sesuai dengan tema yang ditulis.Tema sesuai pasion yang disukai,boleh fiksi maupun non fiksi.Ide bisa dari pengalaman,dari hasil membaca buku,majalah,koran atau kejadian yang sedang berlangsung.

Tahap 2. DRAFTING / OUT LINE
Drafting atau outline adalah tahap seoarang penulis mulai membuat out line atau daftar isi buku yang akan ditulis atau dikembangkan menjadi naskah buku.

Tahap 3. WRAITING
 Saat proses wraiting , penulis mulai menulis dan mengembangkan kerangka atau daftar isi  untuk dijadikan naskah yang lengkap.Wraiting diperlukan kreatifitas penulis dalam membuat karya-karyanya.
Kreatifitas itu berupa kemampuan merangkai kata, maupun kemampuan menggunakan majas, kemampuan berekspresi,agar tercipta tulisan yang menarik dibaca.

Tahap 4. REVISI DAN EDITING
a. REVISI
    Setelah menulliskan banyak hal  yang ingin ditulis pada naskah,maka tahap selanjutnya adalah mulai mengoreksi atau merevisitulisan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dicantumkan. Anda akan mencari tahu di mana letak kekurangan tulisan.Apakah sudah sesuai dengan alur atau masih melebar kemana-mana. Seorang penulis dapat merubah beberapa bagian dari tulisannya. Ia juga bisa menambah data baru,dapat menghilangkan opini tertentu dan lain sebagainya. Intinya melalui tahap revisi  inilah penulis memoles karyanya, ia akan menjadikan tulisan tersebut semakin menarik lagi.
b. EDITING
    Pada tahap ini penulis akan menjalankan proses pengeditan terhadap karyanya. Berbeda pada tahap revisi yang masih menambah mengurangi isi tulisan, pada tahap ini penulis hanya memperbaiki berbagai kesalahan pola kalimat, dan berbagai kesalahan tata bahasa lainnya. Meskipun nanti tulisan anda akan kembali diedit oleh editor di penerbit,seorang penulis tetap harus berusaha menyunting tulisannya sendiri  atau dengan istilah lain Swasunting.

Tahap 5. PUBLIKASI
Jika Anda sudah yakin dengan tulisan naskah atau buku anda,maka saat memasuki tahap akhir yakni publikasi. Pada tahap ini anda bisa meneruskan naskah anda ke penerbit.

" Pertanyaan yang muncul kemudian , apakah anda sudah menemukan penerbit yang bisa menerima naskah anda apa belum ?" demikian yang di tanyakan nara sumber dalam paparannya.
 "Jangan khawatir, sekarang anda dapat menemukan penerbit secara independen ( penerbit Indie ). Banyak penerbit indie yang siap membantu untuk menerbitkan naskah anda" lanjut beliau dalam chat WA. 
Cak Inin, menceritakan bahwa beliau memulai  belajar menulis mulai 29 Maret sampai dengan Desember 2021,dan telah menerbitkan 2 buku solo yaitu 55 Pantun Nasihat yang diterbitkan  kelompok Majas Bojonegoro. Buku ke-2 yaitu Jurus Jitu Menjadi Penulis Andal Bersama Pakar, diterbitkan KAMILA  PRESS Lamongn, dan 8 buku karya bersama Antologi.


        Mari kita melek Penerbit. 
Penerbit buku ada 2 yaitu Penerbit Mayor dan Penerbit Indie.
Apa Perbedaannya ? 
Perbedaannya :
1. Jumlah Cetakan
    # Penerbit Mayor 
        mencetak bukunya secara masal.Biasanya  cetakan pertama sekita 3000 eksemplar atau minimal 1000 eksemplar untuk dijual di toko-toko buku.
    # Penerbit Indie
       Hanya mencetak buku apabila ada yang memesan atau cetak berkala yang dikenal dengan POD ( Print On Demand) yang umumnya  didistribusikan melalui media online Facebook,Twitter,Instagram,Youtobe,WA grup dan lain-lain.

2. Pemilihan Naskah Yang Diterbitkan
    .# Penerbit Mayor
       Naskah harus melewati beberapa tahap prosedur sebelum menerbitkan sebuah naskah. Tentu saja menyambung popin dari yang peertama,penerbit mayor mencetak bukunya secara masal 1000-3000 eksemplar. Mereka ekstra hati-hati  dalam memilih naskah yang akan meereka terbitkan dan tidak akan berani mengambil resiko untuk menerbitkan setiap naskah yang mereka terima. Penerbit mayor memiliki syarat yang semakin ketat, harus mengikuti selera pasar,dan tingginya penolakan.

    # Penerbit Indie
       Tidak menolak naskah.Selama naskah tersebut sebuah karya yang layak diterbitkan,tidak melanggar undang-undang hak cipta karya sendiri, tidak plagiat,serta tidak menyinggung unsur SARA dan pornografi,naskah tersebut pasti akan di terbitkan. Penerbit Indie adalah alternatif baru bagi para penulis untuk membukukan tulisannya. 

3. Profesionalitas
    # Penerbit Mayor
       Penerbit mayor tentu saja profesionalitas dengan banyaknya dukungan SDM di perusahaan besar mereka.

    # Perenbit Indie
       penerbit Indiepun profesional,tapi sering disalah artikan. Banyak sekali anggapan menerbitkan buku di penerbit Indie asal-asalan, asal cetak-jadi-jual. Sebagai penulis,harus jeli memilih siapa yang akan jadi penerbit  Bapak Ibu danm Saudara-saudara. Jangan tergoda dengan paket penerbitan  murah,tapi kualitas masih belum jelas. Mutu dan manajemen pemasaran buku bisa menjadi ukuran penilaian awal sebuah penerbitan. kadang murah Cover kurang bagus,kertas dalam coklat kasar bukan bookpaper (kertas coklat halus). Penerbit Indie jaga mutu Cover bagus cerah mengkilat isi buku kertas coklat halus awet(bookpaper).
   
4. Waktu Penerbitan
    # Penerbit Mayor
    Pada umumnya sebuah naskah diterima atau tidaknya akan dikonfirmasi  dalam tempo 1-3 bulan.Jika naskah diterima, ada giliran atau waktu terbit yang bisa cepat, tapi ada juga yang bertahun-tahun. Karena penerbit mayor adalah sebuah penerbit besar, banyak sekali alur keerja yang harus mereka lalui. Bersyukur  kalau buku bisa cepat didistribusikan di semua toko buku. Namun jika dalam waktu yang ditentukan penjualan buku tidak sesuai target,maka buku akan dilepas oleh  distributor dan ditarik kembali oleh penerbit.

    # Penerbit Indie
    Tentu berbeda,pada penerbit Indie akan segera memproses naskah yang  diterima dengan cepat. Dalam hitungan minggu buku sudah terbit.Karena memang di sini  tidak fokus pada selera pasar yang banyak menuntut ini dan itu. Penerbit Indie menerbitkan karya yang penulisannya yakin karya tersebut adalah  karya terbaiknnya dan layak diterbitkan  sehingga  tidak memiliki pertimbangan rumit dalam menerbitkan buku.

5. Royalti
    # Penerbit Mayor
    Kebanyakan  penerbit mayor mematok royalti penulis maksimal 10 % dari total penjualan. Biasanya dikirim kepada penulis setelah mencapai angka tertentu atau setelah 3-6 bulan penjualan buku.

    # Penerbit Indie
    Umumnya 15-20 % dari harga buku. Dipasarkan dan dijual penulis lewat fb,Instagram,WA grup,Twitter,Status,dan lain-lain.

6. Biaya penerbitan
    # Penerbit Mayor
    Biaya penerbitan gratis.Itulah sebabnya penerbit mayor tidak bisa langsung menerbitkan buku begitu saja sekalipun buku tersebut dinilai bagus oleh mereka. Penerbit mayor memiliki pertimbangan dan tuntutan yang banyak untuk menerbitkan sebuah buku karena jika buku tersebut tidak laku terjual, kerugian hanya ada di pihak penerbit.

    # Penerbit Indie
    Berbayar sesuai dengan aturan masing-masing-masing penerbit.Antara penerbit satu dengan yang lain berbeda. karena pelayanan dan mutu buku yang diterbitkan tidak sama.

Contoh penerbit mayor adalah Gramedia Pustaka utama,Mizan,Republika,Grasindo,Loka Media,Tiga Serangkai, Bentang Pustaka, Erlangga, Yudhistira, Andi Yogyakarta dan lain-lain.
Contoh penerbit Indie  yang ada dalam grup belajar menulis bersama PGRI :

YPYD
Gemala
Kamila press lamongan

KAMILA PRESS LAMONGAN
melayani cetak buku, jasa lengkap dengan desain cover buku, layout,editing dan ISBN

Syarat-syarat penerbitan di Kamila Press Lamongan :
1. Kirimkan naskah lengkap mulai judul,kata pengantar,daftar isi,naskah lengkap sesuai urutan daftar isi,daftar pustaka,biodata penulis dengan fotonya dan Sinopsis ( ditempatkan di cover belakang).Kalau ada Endors dari pakar (orang ahli).
2. Ketik A5 ukurannya 14,8 x 21 cm,spasi 1,15 ukuran fon 11 dan margin kanan 2cm,kiri 2 cm,atas 2 cm dan bawah 2 cm. Gunakan huruf Arial,calibri atau Cambria dan masukkan dalam 1 file kirim ke WA  atau email gusmukminin@gmail.com
Dari penerbit siap membantu untuk judul jika kurang pas,cover buku bisa dipercantik, atau langsung dibuatkan.
Biaya Cetak buku A5 kertas"Bookpaper ' termasuk biaya ISBN,layout,edit,cover buku :
A. 60 halaman
# Cetak 5 buku/eksp   = 566.000
# Cetak 10 buku/eksp = 632.000
plus ongkir

B. 70 halaman
# Cetak 5 buku/eksp = 570.000
# Cetak 10 buku/eksp = 650.000
plus ongkir

C. Cetak 85 halaman
  # Cetak 5 buku/eksp = 580.000
  # Cetak 10 buku/eksp = 660.000
plus ongkir   

  D. 90 halaman                                                             
  # Cetak 5 buku/eksp = 600.000
  # Cetak 10 buku/eksp = 715.000
plus ongkir   

E. 100 halaman
  # Cetak 5 buku/eksp = 635.000
  # Cetak 10 buku/eksp = 725.000
   plus ongkir 

F. 125 halaman  
    # Cetak 5 buku/eksp = 650.000
    # Cetak 10 buku/eksp = 751.000
      plus ongkir 

G. 150 halaman  
    # Cetak 5 buku/eksp = 665.000
    # Cetak 10 buku/eksp = 800.00
     plus ongkir 

Untuk cetak A5,50 buku Rinciannya :
1. Cetak 10 buku (layout,cover buku edit,PO buku ) harga 632.000
2. Sisanya 40 buku dihitung x cetak ulang @ 20.000 x 800.000
3. Ongkir 5 kg x 18.000 = 90. 000
Total : 1.522.000

Demikianlah materi hari ini dan dilanjutkan tanya jawab yang semua  pertanyaan menyangkut materi  terkait .Cak Inin menjawab dengan penuh kesabaran dan lengkap dalam jawabannya.
Berikut beberapa  contoh buku yang telah terbit.



Cak Inin berpesan: 
Tiada terlambat untuk menulis dan menerbitkan buku.
Kalau ingin umurmu panjang maka menulislah buku.
Menulislah dan terbitkan buku untuk niat berbagi ilmu
Manjadda wa jada

Waktu dikembalikan kepada moderator, Mr Bams yang segera menutup kegiatan dengan untaian doa.



Hari,tanggal : Rabu ,14 April 2021
Resume        :  ke-5
Tema            :  Pengenalan Penerbit Indie
Nara Sumber : Mukminin, S.Pd, M.Pd
Gelombang    : 18





Selasa, 13 April 2021

Kiat Mengubah Karya Ilmiah Jadi Buku Yang Seru

 Assalamu'alaikum Warohmatullohi wabarohkatuh, salam berjumpa kembali pada pelatihan menulis gelombang 18. "Semoga tetap semangat ya " ,salam Omjay . Hari ini Senin 12 April 2021 memasuki materi ke-4.Pertemuan kali ini berbeda dengan biasanya, kali ini karena memasuki bulan Ramadhan maka kegiatan  dilaksanan siang hari pukul 13.00 sampai dengan pukul 15.00. Dalam minggu ini juga ada jadwal belajar bicara yaitu pada hari Selasa dan Kamis melalui aplikasi zoom, serta Sabtu  belajar membuat buku antologi. Begitu yang disampaikan oleh Omjay mengawali pertemuan kali ini.

Tak lupa Omjay juga menyampaikan  Mohon maaf lahir batin atas segala  salah dan khilaf. Selamat menjalankan ibadah puasa di bulan yang penuh Rahmat dan ampunan. Semoga amal ibadah  kita diridhoi  Allah SWT , Aamiin Yarobbal Alamiin. 

Pertemuan siang hari ini akan dipandu oleh moderator Ibu Rita Wati, dan sebagai nara sumber adalah Ibu Noralia Purwa Yunita, M.Pd .Dan tema yang menarik pada pertemuan hari ini adalah KARYA ILMIAH JADI BUKU YANG SERU.

 Omjay menyapa ibu Nora dengan sapaan hangat dan penuh semangat. Ibu Nora pun menjawab sehat dengan meminta maaf karena masuk terlambat . Kemudian Omjay  mempersilahkan ibu Rita untuk memulai kegiatan. 

Moderator memulai membuka kegiatan dengan salam sehat untuk guru di seluruh Indonesia. Kegiatan kali ini dibagi menjadi 4 acara yaitu:

1. Pembukaan 

2.Paparan nara sumber (1 jam )

3. Tanya Jawab ( 1 jam )

4. Penutup.

Ibu Rita  membuka acara dengan mengajak para peserta untuk berdoa bersama-sama , agar  kegiatan ini  berjalan lancar. Untuk yang beragama Islam dipersilahkan membaca Basmalah.Peserta yang ingin bertanya dipersilahkan chat wa ke nomor beliau. Kemudian Ibu Rita mempersilahkan kepada nara sumber untuk memulai materinya. 

"Selamat siang Bapak Ibu yang hebat, marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Alloh SWT kita dapat melaksanakan kembali agenda rutin belajar menulis  PGRI yang diadakan tiap hari Senin,Rabu dan Jum'at.dan siang ini merupakan edisi pertama di Bulan Ramadhan". Sapaan ibu Nora mengawali kuliahnya. Kemudian beliau memperkenalkan diri terlebih dahulu, dengan kelakarnya tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta. Inilah profil beliau dengan segudang karya dan pengalaman dinasnya.


Nara sumber kita yang cantik jelita ini juga seorang guru IPA dan Prakarya di SMP N 8 Semarang. Awal mula menulis adalah sejak kuliah,namun terhenti ketika sudah bekerja dan berkeluarga..Dengan adanya pandemi Covid-19 menjadikan Ibu Nora kembali aktif menulis. Beliau juga alumni pelatihan menulis gelombang 8 dibawah bimbingan Omjay. Wah Omjay hebat, dapat menghantarkan banyak guru jadi penulis ya.Berikut ini diantara buku -buku karya beliau .







"Bapak Ibu dapat membaca resume saya berikut tentang cara mengubah PTK menjadi buku yang merupakan materi dari Bu Hati ketika saya menjadi peserta pelatihan di gelombang 8", begitu Ibu Nora mengajak para peserta untuk berkunjung di blog beliau: https://noraliapurwa.blogspot.com/2020/06/kiat-membukukan-laporan-ptk.html.

Pada umumnya skripsi ,tesis, karya ilmiah hanya menjadi pajangan di perpustakaan kampus saja. Hanya beberapa mahasiswa tingkat akhir yang membaca sekedar mencari referensi. Informasi yang dihimpun belum dinikmati oleh masyarakat luas.Meskipun sekarang tersedia skripsi online, tetapi tidak semua dapat mengakses internet dengan mudah.Jika sudah demikian,harus dicari solusinya agar jendela ilmu ini dapat  dinikmati tidak hanya satu dua kalangan saja, tetapi banyak kalangan.

Ini tidak hanya berlaku untuk SKRIPSI saja, masih banyak karya ilmiah lain yang endingnya hanya menjadi koleksi karya ilmiah di perpustakaan.Paling mentok biasanya diubah ke dalam artikel ilmiah. Termasuk PTK,best practice dan lainnya.
Dari uraian tersebut maka perlu adannya solusi agar karya ilmiah,PTK,Tesis atau yang lainnya dapat lebih bermanfaat yaitu dengan mengubahnya menjadi buku. 

Manfaat Karya Ilmiah versi Buku : 
1. Dapat dibaca oleh masyarakat awam.
2.Buku dapat diperjualbelikan,jadi ada keuntungan material yang dapat diperoleh.
3. Bagi Bapak Ibu ASN, buku dapat dijadikan publikasi ilmiah yang dapat menambah poin angka kredit.
4. Jika buku Bapak Ibu banyak yang baca, banyak yang beli, ada nama  Nama Bapak Ibu sebagai penulis akan dikenal banyak orang
5. Ilmu yang ada , dapat tersebar bebas tanpa sekat jika sudah diubah nenjadi BUKU.

"Bagaimana Caranya MENGUBAH KARYA ILMIAH VERSI BUKU?", yok kita simak penjelasan dari nara sumber berikut ini.

1. Kita ubah JUDUL 
    Judul karya ilmiah VERSI BUKU  hanya berfokus pada objek penelitian saja. Hilangkan materi,subjek,tempat penelitian.
Contoh : .JUDUL TESIS " Pengembangan modul berbasis riset pada materi reaksi redoks untuk meningkatkan keterampilan generik sains siswa kelas X SMA "
Ketika diubah menjadi JUDUL BUKU " Kiat Menulis Modul Berbasis Riset "
Dapat dilihat dari contoh judul ini, objek/fokus penelitian Tesis terletak pada Pengembangan/pembuatan modul, jadi ketika diubah  menjadi BUKU, sesuaikan dengan fokus penelitian itu.Tinggal ditambah kata KIAT,JURUS,STRATEGI,CARA SUKSES atau yang lainnya.
Contoh yang lain,"Pengaruh penggunaan metode I pada pembentukan matematika  materi KPK dan FPB kelas... SD ... ". Dari judul tersebut dapat diubah menjadi " Asyik belajar matematika dengan metode I "

2. Ubah Daftar ISI 
Biasanya untuk beberapa karya ilmiah ,daftar isi berupa BAB 1 Pendahuluan berisi latar belakanng masalah,tujuan,manfaat,batasan masalah,definisi operasional,rumusan masalah. BAB 2 landasan teori,BAB 3  metode penelitian berisi rumus-rumus statistika,BAB 4 hasil dan pembahasan, BAB 5 penutup berisi kesimpulan dan saran. Nah ubah total daftar isi tersebut.  Caranya sebagai berikut .

DAFTAR ISI KARYA ILMIAH VERSI BUKU
ikuti pedoman 2W + 1H yaitu :

Bab 1 (Why )
Jelaskan mengenai pentingnya,alasan penggunaan media,metode,strategi,atau model yang  menjadi fokus penelitian. Dapat ditambahkan pula masalah-masalah mengapa harus menggunakan media,metode,strategi,atau model tersebut. Jelaskan pula manfaat dari yang menjadi objek penelitian.
HAPUS RUMUSAN MASALAH,DEFINISI OPERASIONAL,DAN TUJUAN PENELITIAN pada BAB I.

Bab 2 ( APA )
Di bab 2 merupakan penjabaran teori-teori dari landasan teori yang ada di bab 2 karya ilmiah.
Sebagai contoh,biasanya di bab 2 VERSI KARYA ILMIAH,ada penjelasan tentang media,jenis media,manfaat media,penjelasan media tertentu,karakteristik suatu media tertentu,hasil belajar,dan lain-lain. Teori-teori ini dapat dijadikan beberapa bab dalam sebuah KARYA ILMIAH VERSI BUKU.
Misal : 
BAB 2 hanya menjelaskan  apa itu media. Isinya tentang pengertian ,jenis,manfaat dan karakteristik suatu media tertentu.
BAB 3 menjelaskan belajar dan pembelajaran. Isinya tentang hasil belajar,faktor yang mempengaruhi hasil belajar, dan lain-lain.
BAB 4 apa itu pembelajaran matematika. Isinya menjelaskan tentang belajar matematika,kesulitan belajar matematika, Paradigma belajar matematika, dan lain-lain.
Jika masih ada teori  yang perlu dijelaskan DARI BAB 2 VERSI KARYA ILMIAH,dapat dilanjutkan di bab 5,6 dan seterusnya.

Selanjutnya adalah ( HOW )
Ini dapat dituliskan di bab berikutnya setelah penjabaran dari beberapa teori.Isinya menjelaskan bagaimana tahap pembuatan,bagaimana hasil pembuatan,dan bagaimana penerapannya.
HILANGKAN SEMUA RUMUS STATISTIKA yang biasannya ada di bab 3 karya ilmiah,

3. Ubah sedikit ISI karya ilmiah

A. Dalam mengubah karya ilmiah menjadi buku,penting sekali  memperbanyak isi materi variabel bebasnya. Kita dapat menentukan peerluasan materi teersebut berdasarkan  kata kunci judul buku kita. Dengan kata lain,karya ilmiah  yang diubah menjadi buku berarti lebih memperluas isi bacaannya berdasarkan sumber yang relevan. Misalkan judul implementasi Media stereofoam pembelajaran Organisasi kehidupan untuk meningkatkan kreativitas, maka yang harus dikembangkan adalah tentang Media (pengertian,manfaat,jenis), Pembelajaran (materi tentang belajar  mengajar), Kreativitas (diberi pengertian dan lainnya).

B. Hilangkan semua kata penelitian/laporan PTK,laporan skripsi dan lainnya yang biasanya ada di karya ilmiah.

C. Boleh menampilkan grafik tetapi jangan terlalu banyak.Cukup grafik yang penting saja. Grafik lainnya yang tidak ditampilkan,ubah dalam bentuk kalimat.
Biasanya Bapak Ibu akan menemui kesulitan  ketika mengubah BAB 4 VERSI  KARYA ILMIAH MENJADI BUKU. Caranya Kembali lagi ikuti  HANYA  PEDOMAN HOW.
Jadi cukup ambil isi di bab 4 itu tentang bagaimana pembuatan yang menjadi objek penelitian, ceritakan bagaimana ketika diaplikasikan  dalam sebuah pembelajaran,kira-kira menemui kendala apa,masalah apa,kelebihan apa,dan bagaimana hasilnya ketika yang menjadi fokus penelitian itu diterapkan di pembelajaran ( dilihat dari hasil belajar siswa,aktivitas siswa selama  pembelajaran,respon siswa dan sebagainya). Kita dapat menyematkan sedikit hasil penelitian kita ketika menjelaskan tentang bagaimana hasil  penerapannya. 

4. Secara Kebahasaan dan Penyajian
Karya ilmiah versi buku haruslah berbeda dengan versi laporan. Susunan dan gaya tulisan bebas terserah penulis,karena setiap penulis memiliki ide dan kreativitas masing-masing sesuai dengan pengalaman dan bahan bacaannya. Semakin literatnya penulis maka akan semakin oke buku yang dia tulis. Hal ini karena membaca, berpikir dan menulis adalah satu rangkaian literasi yang tidak dapat dipisahkan.Selain itu,kita harus mengupayakan agar pembaca memahami isi buku kita secara lengkap dan mengena apabila karya ilmiah kita diubah menjadi buku.
"Nah, biasanya pengubahan karya ilmiah versi buku ini membuat kesalahpahaman seorang penulis.Ada yang memahami bahwa KTI menjadi buku ya tinggal copy paste isi di KTI kita,lalu ganti judul,hapus yang tidak perlu,selesai deh " ujar nara sumber menjelaskan.
Untuk isi masih sama persis,bahkan daftar pustaka juga sama."Itu salah, nanti Bapak Ibu akan terkena self plagiarisme" ujkar beliau.

Caranya bagaimana agar tidak terkena self plagiarisme?
1. Dapat menggunakan teknik parafrasa
2.Tambah rujukan baru ke dalam karya ilmiah versi buku kita.Jadi akan ada informasi terbaru yang kita      sematkan dalam karya ilmiah versi buku tersebut.
3. Pilih isi dari karya ilmiah asli yang benar-benar dianggap penting untuk dicantumkan dalam karya          ilmiah versi buku. Dengan demikian meskipun beberapa daftar pustaka ada yang sama, namun isi          karya ilmiah versi buku kita akan berbeda karena kita sudah memparafrase kan isinya.
    Selain itu,dengan adanya tambahan rujukan baru,akan semakin memperkaya daftar pustaka karya          ilmiah versi buku.

5. Laporan Karya Ilmiah yang Dibukukan
Laporan karya ilmiah yang dibukukan haruslah yang sudah dipublikasikan.Minimal tingkat sekolah atau MGMP di wilayah masing-masing.

6. Berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan
berikanlah ulasan mengenai kelebihan dan kelemahan penelitian yang anda lakukan agar pembaca yakin bahwa anda benar-benar telah melakukan penelitian tersebut.

7. Rujukan Baru
Jika ada rujukan baru maka rujukan yang diambil boleh menggunakan blog,namun situs blog resmi seperti kemendikbud.go.id, Jurnal ilmiah,e book, atau karya ilmiah lainnya.
Jangan gunakan daftar pustaka blog pribadi dengan domain blogspot,wordpress,dan lain-lain.

8. Karya Ilmiah Versi BUKU minimal 70 halaman,format A5 dengan ukuran huruf,jenis huruf,dan margin disesuaikan dengan aturan penerbit maasing-masing.

TERAKHIR
Agar karya ilmiah kita memiliki manfaat yang lebih, maka dapat diubah ke dalam bentuk buku. Fungsinya agar dapat dibaca oleh para pengajar lainnya. Ini lebih baik daripada berbagi file laporan karya ilmiah kita. Jika karya ilmiah kita dibukukan,selain memberikan manfaat dalam berbagi ilmu, buku karya ilmiah karya kita juga akan memiliki ISBN. Ini sangat penting dan mungkin dibutuhkan bagi pengajar untuk menambah nilai angka kredit. selain itu karya kita juga tidak akan lekang oleh waktu tentang kebermanfaatannya.

Demikianlah nara sumber kita Ibu NORA  mengakhiri paparannya pada siang hari ini. Selanjutnya moderator mempersilahkan kepada peserta yang ingin bertanya. 
Penanya pertama yaitu dari Ibu Rahmawati, beliau meminta contoh daftar isi untuk PTK yang jadi buku,kemudian kalau tesis apakah data-data kuantitatif atau analisis data juga perlu disertakan.
Ibu Nora menjawab ada contohnya , berikut contoh daftar isinya:

                                                    Daftar isi versi TESIS

                                                    daftar isi versi BUKU

Kemudian untuk data kuantitatif perlu disertakan sebagai bukti bahwa Ibu  telah melakukan penelitian tersebut. Hanya saja penyajiannya dibuat berbeda dengan penyajian di tesis. Ambil hasil akhir saja. Contoh,settelah penggunaan media...ternyata hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari ...% menjadi ...%. Begitu jawaban nara sumber diakhiri dengan ucapan terimakasih.

Penanya siang hari ini mencapai 10 penanya yang semuanya menyangkut isi materi siang hari ini, dan diantaranya ada penanya  yang sangat menarik yaitu pertanyaan dari Ibu Fourin dari Lombok,beliau menanyakan tentang cara memparafrasekan KTI. Kemudian dijawab dengan Ibu Nora dengan sangat lengkap, begini penjelasannya.

Teknik Parafrase itu salah satu cara  merujuk suatu tulisan  atau lebih dikenal dengan KUTIPAN. Nah ada 2 jenis kutipan, yaitu kutipan langsung dan kutipan tak langsung. Parafrasa adalah salah satu cara  mengutip  secara tak langsung. 
Cara memparafrase adalah mengikuti panduan dari OWL Purdue, yaitu :
1. Bacalah kembali teks asli sampai Anda benar-benar memahami isi dari teks tersebut.
2. Singkirkan teks/naskah asli tersebut dan tulislah ulang gagasan dalam teks tadi dalam sebuah kertas.
3. Buatlah daftar beberapa kata penting dari naskah asli.Ini akan membantu Anda untuk mengingatkan kembali isi dari kalimat pada naskah asli tersebut.
4. Kembangkan kata-kata penting tadi menjadi sebuah kalimat utuh  dengan gaya bahasa  Anda sendiri. Pilih diksi yang mudah dipahami oleh pembaca.
5. Bandingkan tulisan parafrase Anda tadi dengan naskah aslinya untuk mengecek apakah semua gagasan,terutama gagasan yang penting telah tercantum dalam hasil parafrase tersebut.
6. Gunakan tanda petik ganda  untuk mengidentifikasi istilah-istilah khusus,terminologi,atau frase yang Anda pinjam dari naskah asli, dan yang Anda ambil sama persis dengan naskah asli.
7. Tuliskan sumber9termasuk halaman) pada kertas catatan Anda sehingga ini mempermudah Anda untuk menuliskan sumber pustaka atau referensi,bila Anda bermaksud mengambil parafrase tersebut.
Contoh 1 : 
Kalimat Asli : Sebuah kejutan di bidang realita maya(virtual reality) terjadi pada tahun 1961 dengan kemunculan Sensoramanya Heillig
Hasil parafrase : Hasil karya Heillig yang dikenal dengan nama Sensorama membawa perubahan yang signifikan dalam sejarah realita maya(kristawati,2000,hlm 55).

Contoh 2 :
Kalimat asli : Komputer mampu membawa orang ke tempat-tempat yang belum pernah  bisa mereka kunjungi sebelumnya,termasuk ke permukaan planet lain.
Parafrase     : Melalui komputer,orang dapat pergi ke tempat yang belum pernah mereka kenal. (Krisnawati,2000,hlm 57).

Jadi dengan mengotak atik susunan kalimat,mencari padanan kata(sinonimnya),mengambil ini sari dari kalimat itu dan membahasakannya dengan kalimat kita sendiri adalah cara parafrase. Kemudian untuk rujukan tidak harus jurnal,boleh e book,buku cetak,media cetak,blog resmi dan lain-lain.

Pertemuan siang hari ini ditutup dengan Alhamdulillah, dan mohon maaf jika dalam pemaparan ada kekuranngan dari nara sumber."Jika masih ada yang mengganjal dihati boleh japri saya",begitu tutur beliau di WA grup diikuti imote senyum .



Hari/Tanggal Pertemuan : Senin, 12 April 2021
Resume ke                       : 4
Tema                                : Karya Ilmiah Menjadi Buku
Nara Sumber                    : Noralia PurwaYunita, M.Pd
Gelombang                       : 18




Minggu, 11 April 2021

Hati Galau Menunggu Vaksin Covid-19

 Hari ini , Senin 12 April 2021 adalah jadwal untuk vaksin Covid-19 khusus calhaj 2021.

Aku pagi pagi sudah persiapan berangkat ke sekolah.Aku lihat jadwal vaksin pukul 08.00 sampai pukul 11.00 WIB, sehingga kuputuskan untuk  melaksanakan  tugas mengajar terlebih dahulu. Banyak tugas yang kulakukan disekolah , mulai mengajar melalu daring hingga tugas bendahara koperasi di sekolah. 

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB. Akupun bergegas berkemas untuk berangkat ke puskesmas walau dengan hati dag dig dug.

Sesampai di Puskesmas kujumpai banyak orang mengantri. Akupun bertanya pada salah seorang yang sedang anteri , untuk pendaftaran vaksin di mana .  Petugas itupun menunjukkan di sudut ruangan . 

Aku bergegas mau mendaftar, ternyata syaratnya membawa KTP. Alangkah terkejutnya saya setelah membuka tas ,saya tidak membawa dompet.

Akhirnya saya pulang mengambil dompet dulu karena KTP ada di dalam dompet.  Akupun mendaftar di pendaftaran. Banyak bapak ibu yang sudah menganteri. Rata-rata sudah usia tua. 

Hatiku sedikit lega , karena sejujurnya aku sangat takut. Berita-berita tentang evek vaksin Covid-19 yang saya dengar begitu menakutkan .

Hari ini saya lihat sendiri , para lansia  yang usianya lebih tua dariku tampak sehat-sehat saja setelah disuntik vaksin.

Akhirnya akupun lega. Tidak merasa takut lagi. Hatiku selalu berdoa agar diri ini selalu sehat  setelah di vaksin nanti. Waktu terus berlalu, kugunakan waktu menunggu ini untuk menulis dan membaca blog dari teman teman grup pelatihan menulis gelombang 18.

Y a Alloh , lindungilah kami  dan lancarkan kami untuk memenuhi panggilanMU , Lindungi kami dari segala halangan dan rintangan  ya Alloh , lindungi kami dari memenuhi semua syarat calhaj ini ya Alloh, kami hanya bisa berserah diri kepadaMU , Aamiin ya robbal'alamiin 

 


 .

Sabtu, 10 April 2021

Dasar Penulisan Bersama Ibu Rita Wati.

 Jum'at  9 April 2021, malam ini memasuki malam ke-3  materi pelatihan menulis. Acara dibuka oleh Ibu Aam dengan salam hangatnya untuk Bapak Ibu Guru hebat di seluruh tanah air.. Pertemuan kali ini  sebagai moderatornya  Bapak Sucipto dengan nara sumber Ibu  Rita Wati, S.Kom dari Bali.


Bapak Sucipto membuka pertemuan dengan  salam pembuka dan  mengajak semua peserta untuk mengawali acara malam ini dengan lafadz Basmallah. Beliau memperkenalkan diri dengan nama lengkap  Bapak Sucipto Ardi dan panggilan akrabnya di sekolah Pak Cip.

Pak Cip membagi kegiatan malam ini  menjadi 4 tahap yaitu: pembukaan, paparan materi dari nara sumber, tanya jawab, dan penutup. Beliau juga menyampaikan tema malam ini yaitu Dasar Penulisan. Pak Cip juga menyampaikan profil Ibu Rita Wati, S.Kom sebagai nara sumber malam ini. Berikut profil nara sumber yang sangat keren dengan segudang karyanya.


Pak Cip mengingatkan bagi peserta yang mau bertanya diminta menuliskan nama dan kota asalnya.  Beliau menyarankan pertanyaan jangan tulis di akhir sesi tanya jawab, khawatir  tidak terbaca. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor WA pribadinya. 

Tibalah saatnya nara sumber menyampaikan materi, dan Pak Cip mempersilahkan Ibu Rita Wati untuk memulai materinnya . Sebelumnya Ibu Rita menyapa para peserta dengan salam hangatnya. Beliau juga menampilkan foto profilnya dengan buku-buku hasil karya beliau.


Kita bisa mengunjungi  profil beliau di : http://www.ritapinang.my.id/2020/06/contact-us.html 

Beliau mengawali menulis sejak pandemi setahun yang lalu, "dan itulah hikmah pandemi bagi saya", tutur beliau. Nara sumber kita malam ini juga alumni dari Kelas Belajar Menulis Gelombang 10. "Empat buku saya  terdiri dari buku tutorial, cerpen, kumpulan kisah inspirasi dan satu resume hasil belajar menulis", begitu yang ditulisnya di WA grup. 

Empat buku dengan genre yang berbeda membuat saya jadi banyak belajar  tentang penulisan. Ditambah lagi saya menjadi  kurator di 3 buku antologi yang membuat saya semakin banyak belajar tentang keunikan dari masing-masing penulis.

Melalui  WA grup, Bu Rita mengajukan pertanyaan kepada para peserta. "Kira-kira menulis itu susah apa tidak , jika susah apa penyebabnya ?". 

Berikut ini yang menyebabkan  bapak ibu susah menulis :

1. Susah ide.

2. Miskin kosa kata. 

3. Sulit merangkai kata.

4. Susah memulai.

5. Bingung mau menulis apa.

6. Tidak percaya diri.

7. Merasa tulisannya jelek.

8. Merasa tulisannya tidak layak untuk dibaca.

" Nah,jika Bapak / Ibu ingin jadi penulis semua permasalahan buang ke laut aja! Yang harus Bapak / Ibu lakukan yaitu menulis,menulis, menulis", begitu yang disampaikan beliau menambah semangat kami untuk tergerak segera menulis. 

Dengan tema Dasar Kepenulisan maka kita harus ingat rumus 5W dan  1H. 

A. Unsur-unsur 5W dan 1H itu sendiri meliputi :

  • What (apa)
  • Where (dimana)
  • When (kapan)
  • Who(siapa)
  • Why(mengapa)
  • How (bagaimana)

Dalam bahasa Indonesia , untuk memudahkan penghafalan ke 6 unsur  ini maka dikenal singkatan ADIKSIMBA " Apa  DImana Kapan SIapa Mengapa Bagaimana".

What : Peristiwa apa yang sedang terjadi ?  Apa dampaknya? Apakah peristiwa tersebut menimbulkan kerugian ? dan seterusnya.

Who : Dalam 5W 1H memfasilitasi untuk memberikan informasi seputar orang-orang yang terlibat dalam cerita yang ditulis.

When : Kapan kejadian dari peristiwa yang diceritakan.

Where : Dimana kejadian/peristiwa yang diceritakan.

Why : Suatu peristiwa pasti terjadi bukan tanpa alasan.

How atau Bagaimana : Penggunaan unsur how atau bagaimana ini akan membantu pembaca memahami alur cerita.

Jika telah terpenuhi ke 6 unsur tersebut maka tulisan kita akan mudah dipahami oleh pembaca.

B. Sekarang tentang kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis pemula.

1. Penulis pemula sering menulis dengan paragraf panjang-panjang.

2. Tanda baca yang sering keliru.

3. Penggunaan kata yang masih banyak salah,tidak menggunakan kata baku.

4. Sering ditemukan kata yang tidak efektif.

C. Berikut ini tipsnya melalui link :http://bit.ly/Tips-Agar-Tulisan-Enak-Dibaca

    Melalui link tersebut disampaikan 7 Tips Menulis Agar Enak di Baca dan Pesan Tersampaikan 

1. Banyak membaca.Dengan banyak membaca selain menambah ilmu kita juga akan menemukan ide  untuk menulis  dan memperkaya  perbendaharaan kata kita.

2. Terus berlatih menulis setiap hari.Tidak perlu panjang, 3 paragraf saja tapi perhatikan tanda baca, kata baku, dan pemenggalan paragrafnya.

3. Perhatikan paragraf pembuka,isi, dan penutup. Buatlah opening  yang menarik sehingga pembaca penasaran dan  tertarik dengan tulisan kita begitu juga dengan closing.

4. Perhatikan pedoman umum dengan ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI ) yang dulu dikenal dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Kita bisa  search di google, menggunakan kamus Bahasa Indonesia ataupun  menginstal aplikasi KBBI V.

5. Perhatikan kembali susunan kalimat  yang pernah kita pelajari, Subyek,Predikat, Obyek dan keterangan tempat atau waktu  ( SPOK).

6. Setelah selesai menulis, bacalah naskah berulang-ulang minimal 3 kali.Jika perlu dengan suara keras.Jika pada saat membaca naskah  nafas kita seperti tersengal-sengal berarti di dalam tulisan kita terdapat paragraf panjang atau kalimat panjang.Penggal menjadi beberapa kalimat ,atau buang kata yang tidak efektif.

7. Perhatikan perbedaan menulis di media online seperti blog, facebook,instagram atau yang lain dengan menulis untuk buku atau naskah resmi. Untuk menulis di media online kita bisa menggunakan paragraf pendek,sedikit koma, dan banyak titik.Jika menulis di buku kita harus mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang benar.

D. Hal-hal yang harus diperhatikan penulis pemula.

1. Penggunaan huruf kapital/besar.

a. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. 

Contoh : Dia sedang mengikuti latihan menulis.

b. huruf kapital dipakai pada awal kalimat  dalam petikan langsung.

Contoh : "Ayo kita pulang Bu!" rengek Joni pada ibunya.

c. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata nama agama, kitab suci, dan Tuhan atau kata ganti Tuhan.

d. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam penulisan judul buku, karangan,artikel,dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.

Contoh : Saya telah membaca buku Merajut Asia Sejak Belia.

e. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama unsur singkatan nama gelar,pangkat, atau sapaan.

Contoh : S.H , S. Kom , Dt  ( Datuk) , Tb ( TuBagus ).

Sampai disini bu Rita menanyakan apakah sudah ada  peserta yang bertanya? Moderator menjawab belum, maka materi dilanjutkan dengan pembahasan penggunaan kata depan di . 

2. Penggunaan Kata Depan di

  • Kata di - menunjukkan  fungsi sebagai imbuhan 
  • Kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya ,penulisan di jenis ini  dinilai tepat jika kata kerja  pasif bisa diubah menjadi kata kerja  aktif ( dengan imbuhan me - ). Contoh : ditinggalkan  bisa diubah jadi meninggalkan .
  • Penulisa di dipisah  jika kata di menunjukkan  fungsi sebagai kata depan.
  • Kata di  diikuti dengan kata lain selain kata-kata  pembentuk kata kerja pasif. Kata di jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat,waktu,nama orang,penunjuk lokasi, dan lain sebagainya serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif.Contoh : di sini tidak bisa diubah menjadi menyini.
  • Kesimpulan di sebagai imbuhan  + kata kerja ( maka penulisannya sarangkai ) selain itu terpisah.
3. Penggunaan Tanda Seru
    Tanda seru di pakai untuk mengakhiri ungkapan atau pernyataan yang berupa seruan atau perintah yang menggambarkan kesungguhan,ketidakpercayaan, atau emosi yang kuat,contoh :  
  • Alangkah indahnya pemandangan di Nusa Dua! 
  • Ayo belajar!

 Demikianlah materi yang disampaikan oleh Ibu Rita Wati dengan lengkap dan sangat sabar . Kemudian memasuki sesi tanya jawab banyak peserta yang sudah mengajukan pertanyaan.Semua menyangkut materi yang telah disampaikan .

Di penghujung pertemuan malam ini , Ibu Rita berpesan kepada bapak /Ibu. "Sebagai penulis pemula jika masih banyak  belum mengetahui tentang kaidah penulisan jangan takut. Teruslah menulis,tuangkan semua ide yang ada dalam tulisan. Jangan pernah takut salah selesaikan tulisan ketika ide datang".

"Materi hari ini hanya untuk membantu Bapak/Ibu untuk mengingat kembali kaidah penulisan.  Agar tulisan Bapak/Ibu berkualitas  walaupun sebagai penulis pemula". Begitu tutur beliau di WA grup pelatihan.

Pertemuan di tutup pada pukul 21.09 WIB dengan salam hangat dan permohonan maaf jika ada kekeliruan dalam penyampaian materi. Terima kasih Ibu Rita Wati ilmu yang sangat bermanfaat bagi kami, semoga ilmu yang dibagi ini menjadi amal yang terus mengalir pahalanya  Aamiin.

Hari/Tanggal Pertemuan : Jum'at , 9 April 2021

Resume ke                       :  3

Tema                                : Dasar Penulisan

Nara Sumber                    : Bunda Rita Wati,S.Kom

Gelombang                       :  18 







 


Kamis, 08 April 2021

"BINGUNG CARI IDE MENULIS? " ikuti tips dari OmJay

Sore hari, cuaca mendung tapi tak berarti hujan, aku duduk di teras menunggu datangnya malam.  Malam ini adalah malam di mana disampaikannya materi menulis kedua yang akan disampaikan oleh narasumber yang begitu keren dan bersahaja yaitu bapak blogger kita Om Jay panggilan akrabnya. 

Aku tak ingin ketinggalan menyimak gaya Om Jay yang  santai namun membakar semangat , memotivasi dan menginspirasi terutama peserta  pemula seperti kami  ini.

Om Jay yang nama lengkapnya adalah Bapak Wijaya Kusumah ,M.Pd beliau adalah guru basarnya penulis, guru blogger Indonesia, guru motivator , dan banyak sebutan lainnya yang menandakan beliau adalah sosok figur yang luar biasa.




Pada pertemuan kedua dihari Rabu tanggal 7 April 2021 malam ini , di pandu oleh bapak Bambang Purwanto dengan sapaan hangatnya Mr.Bams.

Mr.Bams membuka pelatihan dengan salam hangat dan salam literasi untuk kita semua.Beliau juga mendoakan agar kita semua selalu dalam keadaan sehat sehingga bisa belajar, belajar dan terus belajar. 
Mr.Bams membagikan 4 alur pelatihan menulis yang harus di laksanakan  oleh para peserta, yang pertama adalah aktifitas harian menulis yang terdiri dari simak materi setiap pertemuan,membuat resume materi, mengisi link pengumpulan resume dan share ke grup peserta untuk bisa saling berkunjung dan saling memberi komentar.
Beliau juga menyampaikan untuk pertemuan malam ini di bagi menjadi 2 sesi, yang pertama sesi pemaparan materi pukul 19.00 sampai dengan pukul 20.00 WIB dan sesi kedua tanya jawab.

 Pukul 19.00 WIB, tibalah saatnya Mr,Bams mempersilahkan Om Jay untuk memulai menyampaikan materi pada malam hari ini dengan tema Ide Menulis Bagi Guru . 
Di awali dengan salam  hangat om Jay kepada peserta dan para guru hebat Indonesia, selamat berjumpa kembali dengan Omjay guru blogger Indonesia begitu yang di ketikkan melalui media WhatsApp.

Omjay menyampaikan sebenarnya ide menulis bertebaran di depan mata kita. Namun terkadang kita belum siap menuliskannya. Hal itu disebabkan karena kita belum terbiasa menulis. Ide menulis bisa di dapat dari berbagai sumber diantaranya adalah :
1. Dari diri kita sendiri.
    Sumber ide yang paling enak ditulis adalah diri kita sendiri. Dari pengalaman pribadi misalnya dari bangun tidur sampai tertidur lagi. Biasanya kita akan lancar menuliskannya. Kita menulis dari sesuatu yang tidak penting menjadi penting.
Banyak cerita dan berita yang dapat kita sampaikan. Mulai dari status WA sampai media sosial  yang kita ikuti. Pada akhirnya orang lain menjadi tahu apa yang kita alami.. Begitu pula dengan Omjay yang mencontohkan kebiasaan menulisnya di http://kompasiana.com/wijayalabs. 
Beliau juga menyampaikan bahwa beliau jarang menulis di blog sendiri.Padahal blog http://wijayalabs.com banyak sekali pengunjungnya setiap hari. Omjay baru menulis kembali di blog sendiri ketika HP jadulnya dijambret orang di depan rumahnya. https://wijayalabs.com/2021/03/25/ketika-hp-jadul-omjay-dijambret-penjahat/

2. Ide menulis dari orang lain.
    Ide menulis dari sumber orang lain misalnya dari figur kepala sekolah,rekan guru,atau peserta didik.
Semua bisa ditulis kalau kita peka dengan keadaan sekitar kita.Omjay mencontohkan cerita tentang kepala sekolah beliau yang bagus sekali cara memimpinnya. Sosok seoarng pemimpin yang perlu di contoh.Omjay dibuat kagum olehnya. Sifat ke nabian ada pada diri kepala sekolah tersebut.Sidiq,tabligh,amanah dan fathonah.Kami sangat menyayanginya.Beliau tidak pernah pilih kasih dan selalu bertanya kepada kami bila ada di antara kami yang menngalami kesulitan.Pokoknya pemimpin yang melayani , tutur beliau melalui ketikan di WA.
Contoh yang lain,kita bisa menulis teman sekantor atau satu sekolahan.Kita bisa menceritakan kebaikannya dan tutupi kekurangannya.Dengan begitu kitapun akan tertipu kekurangan diri sendiri.
Omjay juga menceritakan kekagumannya pada teman sekerja beliau yang bernama Bapak Ukim Komarudin.Bapak Ukim Komarudin adalah guru saya dalam menulis begitu kisahnya yang ditulis omjay dalam https://wijayalabs.com/tag/ukim-komarudin/ .
 
3. Ide menulis dari peserta didik.
    Sebagai pendidik tentunya hari-hari kita habiskan waktu bersama peserta didik. Dari banyaknya peserta didik pastilah kita mengenal karakter-karakter dan berbagai masalah yang dihadapi peserta didik kita. Nah dari situlah kita juga bisa mengangkat kisah-kisah mereka untuk menjadi ide menulis. Misalnya tentang prestasi mereka yang membanggakan, tentang kreatifitas mereka, atau bahkan masalah-masalah  yang dihadapi peserta didik .Seperti yang dicontohkan omjay dalam kisahnya tentang tuliasan  dari ibu Safrina yang menulis kisah anak didiknya  yang tidak bisa sekolah  karena ketiadaan biaya. Kemudian doanya terkabul dan jadilah tulisannya yang enak dibaca.

Anak yatim  yang miskin tetap  ingin  sekolah......https://bugurusyafrina.blogspot.com/2021/04/doaku-terkabul.html
Mohon krisannya bapak/ibuk...
Omjay juga menghimbau untuk kita mengunjungi blognya yang keren.Banyak kisah inspiratif beliau tuliskan. Semoga kita bisa kopdar lagi di Talang Babungo Solok Sumatera Barat, begitu  tulisan Omjay di WA nya

4. Ide menulis dari tetangga.
Dari tetangga dekat kita bisa menulis kisah mereka.Tentu saja yang baik-baiknya saja.Omjay mencontohkan seperti  kisah tetangganya yang baik hati meninggal dunia. Dan menuliskannya di kompasiana.com/wijayalabs


https://www.kompasiana.com/wijayalabs/606cf73cd541df5259613923/kematian

5. Ide menulis dari keluarga.
Ide menulis bisa berasal dari keluarga. Seperti kisah Omjay yang sudah seminggu ditinggal istri pergi. Bukan karena marah atau saya membuat ulah , tutur beliau.Tapi istri pergi karena mengawasi tukang yang sedang merenovasi rumah mungil kami di kota Bandung. Rencana bila pensiun tiba, kami akan menghabiskan hari tua kami di kota kembang ini.Sebab rumah kami di Bekasi seringkali kebanjiran.Kami harus hijrah untuk hari depan kami yang lebih baik, begitulah Omjay mengakhiri   materi yang sangat bagus ini dengan kisah rencana hijrahnya  ke kota Kembang.
 
Memasuki sesi kedua yaitu tanya jawab. Dari para peserta yang sangat antusias mengajukan pertanyaan hingga mencapai 18 penanya. Semuanya dijawab oleh omjay dengan enak dan menyenangkan. Sehingga kami merasa menulis itu bukanlah sesuatu yang sulit. Menemukan ide juga sangat mudah dan  banyak sumbernya. Kuncinya adalah kita mau berlatih dan terus berlatih seperti slogan beliau "Menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi".


Hari /Tanggal Pertemuan :  Rabu , 7 April 2021
Resume Ke                       :  2
Tema                                 :  Ide Menulis Bagi Guru
Nara Sumber                     : Bapak Wijaya Kusumah,M.Pd ( Omjay )
Gelombang                        : 18


Selasa, 06 April 2021

WARISAN BUNDA KANJENG

      Malam ini adalah malam Selasa , hari Senin tanggal 5 April 2021, malam pertama kami mendapatkan materi pelatihan menulis angkatan 18, Saya sudah menunggu waktu pelatihan pertemuan pertama ini dibuka  sejak habis sholat magrib tiba, sambil menunggu saya manfaatkan untuk   mengaji hafalan Jus Ama bersama putri saya yang berusia 7 tahun  , tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.00  WIB saat itulah ibu Aam  sebagai moderator membuka pelatihan dengan untaian salam pembuka , beliau juga menyampaikan bahwa pelatihan dibagi menjadi 3 sesi, sesi pertama adalah sesi penyampaian materi yaitu pukul 19.00 WIB sampai pukul 20.00 WIB, sesi ke dua sesi tanya jawab pukul 20.00 sampai pukul 20.55 WIB dan sesi ketiga adalah kesimpulan pukul 20.55 sampai pukul 21.00 WIB. 


       Tibalah waktunya untuk bunda Kanjeng menyampaikan materi yang dikemas dengan lembut dan mempesona membuat hati ini semakin penasaran dengan logat dan bahasanya. 

Bunda Kanjeng yang nama lengkapnya Dra.Sri Sugiastuti,M.Pd adalah putri dari pasangan suami istri  Bapak Sugiman dan ibu Hj.Sri Yatminten yang lahir pada tanggal 8 April 1961 di kota Semarang. Wah dua hari lagi hari yang istimewa bunda genap berusia 60 tahun. Selamat ulang tahun bunda, barokaloh fiumrik bunda , semoga panjang umur, sehat dan bahagia selalu bunda, dengan bertambah usia bunda bertambah pula lahir karya karya bunda yang sangat  menginspiratif dan menambah ilmu kepada kami . Banyak hasil karya beliau yang dari judulnya saja sudah terbayang isinya yang sangat keren , maaf karena saya belum membacanya  baru membaca judulnya, diantara karya karya beliau  adalah Seni Mendidik Anak dengan Tuntunan Islami tahun 2013, Masuk Surga Karena Anak tahun 2017,Merawat Harapan tahun 2018,dan The power of Mother's Prayers ,serta beberapa novel yang sangat menggelitik hati ingin menyelami isinya "Kugelar Sajadah Cinta tahun 2013 dan " Perempuan Terbungkas tahun 2018 , tak kalah menariknya juga buku memoirnya "Catatan Hati Menuju Baitullah dan "Semangat Menggapai Ridho Alloh begitulah karya karya besar beliau selain buku buku yang menunjang pelajaran.

Malam ini bunda membuka dengan salam hangat dan tak ketinggalan untaian doa untuk kita semua peserta diklat dan para instruktur serta moderator. Materi malam ini dengan tema " Cara Jadi Penulis" sungguh materi yang tepat untuk kami para pemula yang beranikan diri untuk belajar bersama orang - orang hebat. Bagaimana menulis yang baik ? , banyak cara untuk bisa menjadi penulis. Bunda mengkisahkan proses menulis beliau diawali dengan kecintaan membaca buku sejak SD, kemudian mulai hoby menulis menginjak usia beliau 50 tahun dengan belajar mengakrabi buku-buku yang menunjang kegiatan menulis tahun 2007, kemudian mulai mengenal blog dan aktif mengunjungi blog, diantaranya blog kroyokan seperti kompasiana.emak blogger, solo membaca hingga akhirnya mengikuti lomba blog  dan meraih juara ke 3 dari banyak peserta yang sangat berpengalaman .Dalam pengalaman beliau proses menulis tersebut beliau berpesan " jangan malu, jangan takut saat tulisan  kita tidak ada yang membaca, menulislah dengan hati. Ketika kita menulis kita harus memiliki semangat dan mau belajar.

Mau menulis bingung, merasa tidak punya ide, maka hal ini bisa dimualai dengan merenung diri, mendengar, memberi rasa empati pada teman atau saudara yang terkena musibah bisa menjadi sebuah ide. Apa yang ada di pikiran kita yang ingin disampaikan kepada pembaca atau pesan apa yang ingin kita tuang dalam sebuah tulisan .

      Bagaimana proses agar buku bisa menjadi buku yang baik, kita bangun dulu keinginan yang kuat, mengumpulkan ingatan, kita tentukan tokoh dan karakter yang ada di setiap sub judul, kemudian membuat outline yang mau dijadikan sub judul. Agar lebih enak dibaca dibawah sub judul bisa diawali  dengan kata-kata bijak, penggalan khadis, atau ayat-ayat Al-Qur'an yang sesuai dengan tema.Untuk menulis maka perlu ditentukan dahulu tujuan menulis buku, diantaranya : 

-Menulis buku bisa untuk memperkaya jiwa, hati nurani dan silaturahmi.

- Menulis juga dapat menjadi sarana melawan penyakit lupa

- Menulis sebagai sedekah ilmu  dengan memotivasi kaum hawa

- Menulis juga bisa sebagai sarana dakwah dari apa yang kita lihat, kita dengar, dan kita pikirkan  untuk bisa kita bagi kepada pembaca.

      "Ketika menulis yakinlah bahwa  rencana Alloh akan indah pada waktunya, tidak perlu berputus asa atau mengharap yang berlebih, biarkan buku itu menemukan takdirnya, begitu pesan beliau ditengah- tengah pembahasan materinya.

 Menulis buku memerlukan pengetahuan, mendialogkan kebenaran, mengikat makna, menghimpun  dan menebar gagasan. Menulis bisa menjadi bagian dari tanda terima kasih  kepada guru, suatu langkah perjuangan bahkan menulis bagaikan seorang desainer yang merancang membuat baju. Setiap penulis memiliki karakter yang berbeda walau awalnya masih ngefans dengan tulisan orang lain.Jangan takut untuk membaca , mau seperti apa tulisan kita tergantung irama yang kita inginkan .

Yang terakhir proses menulis adalah membuat outline atau daftar isi. Untuk membuat outline maka perlu untuk mengumpulkan materi -materi pendukung misalnya membuat resume,atau kata-kata bijak, point-point penting atau refleksi pribadi , bisa juga  data statistik, teori-teori tergantung dari kebutuhan tulisan kita.

Maka ada 3 langkah persiapan membuat outline yaitu :

- memilih topik

- berangkat dari tulisan apakah berupa reflektif, persuasif,  informatif atau dari penelitian bisa juga kombinasi dari 3 hal tersebut.

- outline harus fokus, untuk menjaga pikiran agar tidak bercabang kemana-mana, fokus pada satu tema yang sudah ingin kita tulis.

Proses untuk bisa menjadi  penulis tunggal sebaiknya  berlatih melalui pembuatan buku antologi atau yang dikenal dengan nubar , nulis bareng . Dengan Antologi kita banyak belajar dari penulis lain.

Untuk penulis pemula jangan risau dengan tanda baca atau yang lain  , dan sebelum di posting baca kembali dan cermati mana yang perlu diperbaiki.

     Demikianlah materi yang di sampaikan bunda kanjeng yang sangat menggugah kami peserta pelatihan menulis gelombang 18. Dan pada sesi tanya jawab begitu antusiasnya peserta hingga sampai 20 penanya yang semuanya dijawab dengan lembut dan penuh kesabaran oleh bunda kanjeng. Diantara pertanyaan tersebut intinya bagimana caranya membangkitkan ide menulis, beliau menjawab dengan banyak membaca , merenung, dan bersilaturahmi tergantung apa yang ingin ditulis. Kemudian ada yang bertanya bagaimana cara membagi waktu untuk menulis , beliau menjawab disesuaikan dengan kesibukan kita kapan kita bisa punya waktu misalnya bisa sambil menemani anak belajar, atau ditengah malam saat habis sholat, kalau kita sudah terbiasa menulis makamenulis  menjadi sebuah kebutuhan bukan kewajiban.

Ada juga peserta yang bertanya maksud dari Pentigraf, beliau menjawab Pentigraf adalah cerpen tiga paragraf, yaitu paragraf pertama pembukaan, ke dua isi dan ke tiga penutup

     Demikianlah ulasan materi pertama dari bunda Kanjeng , sekali lagi " Menulislah dengan hati" .


Hari/tanggal pertemuan: Senin 5 April 2021

Resume ke     : 2

Tema               : Cara Jadi Penulis

Nara Sumber :.Dra.Sri Sugiastuti,M.Pd

Gelombang    : 18




.

Minggu, 04 April 2021

Yang Merah, Yang Menggoda

 Kala kupandang warnanu yang merah merona , menggoda hatiku ingin ku menikmatinya, terbayang dibenaku rasa segar dan  manismu.

Dibelakang rumahkupun ada sebuah pohon jambu , yang begitu lebat daunnya , namun sayang  belum menghasilkan buah yang begitu merah nan menggoda.  Pohon jambu jamaika namanya, banyak teman dan kerabat yang suka saat berbuah dagingny lembut dan manis rasanya , tak heran banyak yang menyukainya.

 Jika anda beruntung mampirlah kerumah , siapa tahu saatnya berbuah, maka andapun akan terpesona dengan rasanya , dan berkata memang  benar yang merah yang menggoda.

KMAC#6. DARI KOPRAL JONO HINGGA MAYOR JONO

  KMAC#6. DARI KOPRAL JONO HINGGA MAYOR JONO Ini adalah kisah perjalanan hidupku selama mendampingi suami yang seorang anggota TNI-AD. Disin...